Perbedaan Yang Menyatukan

Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya … “ (Pengkhotbah 4:9-10a)

Tanto dan Reni adalah sepasang kekasih. Memperhatikan mereka kadang aneh juga. Tanto orangnya banyak bicara, rame, cepat bertindak; sementara Reni orangnya pendiam, tidak banyak omong, kalau bekerja lambatnya minta ampun. Pernah suatu ketika Tanto menceritakan betapa kesalnya dia menghadapi rekan-rekan kerjanya yang tidak pernah bisa di ajak kerjasama. Tanto bilang kepada Reni kalo semua orang di kantornya bisa disulap jadi robot maka pasti dunia ini akan menjadi lebih baik.

Tanto berharap Reni memberikan respon tapi setelah Tanto mengeluarkan beribu-ribu kata Reni cuma bilang “Oh…”, mendengar respon kekasihnya yang seperti itu karuan saja Tanto marah, “Koq cuma oh sih…” ujar Tanto. Singkat cerita mereka pulang sambil bertengkar tapi lucunya cuma Tanto sendiri yang kelihatan rame.


Suatu ketika Tanto diajak untuk patungan membuka sebuah bisnis, karena Tanto seorang yang cepat merespon maka tanpa pikir panjang Tanto bermaksud untuk mencairkan tabungannya tapi ia teringat akan kekasihnya maka seperti biasanya Tanto mulai menceritakan panjang lebar kepada Reni tentang rencananya itu. Harapan Tanto, sang kekasih berkata “Oh…” dan ia akan tancap gas untuk memulai bisnis. Tapi setelah Tanto selesai bercerita Reni bilang “Sabar…”, lagi-lagi Tanto dibuat emosi tapi akhirnya ia mau juga menuruti perkataan kekasihnya dan benar saja tidak berapa lama bisnis yang akan Tanto ikuti bangkrut karena produknya sudah banyak di pasaran dan tidak mampu bersaing.

Ternyata perbedaan yang kadang seringkali menimbulkan perselisihan malah bisa dipakai Tuhan untuk menyatakan kehendaknya. Sudut pandang yang berbeda dari orang yang berbeda justru akan menolong kita mengambil keputusan yang lebih baik.

Intermezo : Perbedaan jangan dibuat alasan untuk menjatuhkan seseorang, apalagi seseorang yang sangat dekat dihati kita, apalagi karena perbedaan sifat kemudian saling mencela apalagi menghujat, dengan alasan yang tidak masuk diakal dan kecurigaan,.

Grace M E Wetik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: