Alex B. Wetik : Ayah, Teman, & Guru Ku

Pertumbuhan seni lukis di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sejak zaman Belanda sampai saat ini, belum menampakkan tersedianya berbagai elemen art world yang memadai.

Dengan demikian seniman-seniman di Kota Manado – Sulut harus bekerja sendiri, atau meluaskan peranannya dalam menggulirkan dunia seni lukis itu.

Terlepas dari kekurangan itu, di Kota Manado – Sulut mempunyai keunikan dan sumber daya manusia kreatif yang bisa memunculkan potensi seni lukisnya secara terus menerus.

Oleh karena itu, untuk art world seni lukis Manado – Sulut, yang harus dilihat adalah peran agensi terutama senimannya dalam proses transformasi membentuk lintas generasi yang terus menerus.

Dalam kondisi itulah peran pelukis seperti Henk Ngantung, Alex B. Wetik, dan Victor Makasutji sebagai agent change menjadi sangat menonjol terutama dalam hal memberikan ide-ide transformasi pada generasi sesudah mereka.

Pelukis Alex B. Wetik muncul sepuluh tahun sesudah pelukis Henk Ngantuk, yakni pada tahun 1950-an, setelah sempat memperdalam pengetahuannya di negeri Belanda dan Italia.

Pada tahun 1955, Alex B. Wetik  kembali ke Jakarta dan bergabung dengan pelukis Nashar, Wakijan, dan Alimin lalu mendirikan Sanggar Matahari.

Alex B. Wetik akhirnya menetap di Kota Manado – Sulut dan banyak menghasilkan karya seni lukis yang mengekspresikan  materi subyek dalam realitas Sulawesi Utara dengan pilihan figur manusia serta lingkungan tradisi lokal serta karya seni patung.

Wujud karya seni lukis Alex B. Wetik, nampak antara lain pada lukisan : Makan Gohu, Persiapan Pergelaran, dan Rintihan Anak Pribumi. Sedangkan seni patungnya, antara lain : Patung Sam Ratulangi di Wanea – Manado, Patung Yesus di Gereja Katolik St. Ignasius Manado, Relief di Gedung Bukit Ispirasi Tomohon,  Patung Sam Ratulangi di Tondano – Minahasa, Patung  Sarapung dan Korengkeng di Tondano – Minahasa, Patung Bogani di Kotamobagu, dan lain-lain.

Pelukis Alex B. Wetik, baik di Kota Manado dan daerah Sulawesi Utara, menjadi pendorong inspirasi bagi pelukis-pelukis generasi berikutnya, seperti Pelukis Johanis Saul dan lain-lain.

Pelukis Alex B. Wetik merupakan salah satu pendiri Jurusan Seni Rupa di Lembaga IKIP Manado atau UNIMA sekarang serta peran sertanya di daerah dalam mengembangkan seni lukis melalui lembaga dan kegiatan kemasyarakatan seni.

Oleh :  Grace M. E. Wetik,

5 Komentar (+add yours?)

  1. Arie tulus
    Mei 14, 2012 @ 19:16:23

    Banyak sekali pelajaran berharga yang sempat beliau tanamkan pada mahasiswa-mahasiswa, termasuk saya yang sempat kuliah seni lukis padanya sewaktu di IKIP Manado. Ia bukan hanya sebagai seorang pelukis yang handal, tapi salah satu Pematung Indonesia yang pernah dimiliki warga Sulawesi Utara lebih khususnya Minahasa. Selain karya2 monumental yang sudah di sebutkan dalam uraian di atas. Patung Wolter Robert Mongisidi yang sekarang berdiri tegak di halaman Museum Balai Prajurit Manado (depan RS Jiwa), adalah buah karyanya. begitu juga dengan sebuah relief perjuangan Mongisidi yang ada di Ex Rindam Kakaskasen Tomohon. Sayang sekali relief yang ada ini tidak terawat. Tapi yang lebih memprihatinkan lagi Karya monumental (relief) yang ada di dalam Auditorium bukit Inspirasi itu, telah dihancurkan oleh “Orang-orang” tak beradab,yang nota bene disetujui pihak sinode lalu mereka menggantinya dengan versi mereka sendiri. Sungguh memperihatinkan. Tentu sebagai orang yang pernah mendapatkan pengalaman berharga dari beliau saya tetap mengaguminya. Salam Arie Tulus.

    Balas

  2. sigidad
    Nov 25, 2013 @ 01:22:10

    terima kasih banyak untuk ayahanda, http://sigidad.blogspot.com/2013/11/patung-bogani.html

    Balas

  3. roland
    Des 10, 2014 @ 12:08:45

    Halo grace pa kabar, lama nda bakudapa …
    really nice blog …

    tambahan info karya-karya om Alex:

    ” Pada umumnya, lanjut Rattu, patung di Kota Manado dibuat oleh Alex Wetik dan Mingkid. Tugu pendaratan Worang merupakan hasil karya mereka berdua. “Nama depan Mingkid saya lupa. Tapi mereka mengerjakan itu karena ada bantuan dana dari Gubernur Worang,” tuturnya. Patung Toar Lumimuut dikerjakan Alex Wetik …. ”

    * sumber: http://manado.tribunnews.com/2013/11/03/gubernur-worang-wariskan-banyak-patung-di-manado

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: