Pria

Pasti banyak wanita yang akan kaget membaca hasil survei ini. Survei Harleqquin Romance 2008 mengungkapkan 84% pria Inggris berpikir bahwa mereka adalah pria romantis. Begitu juga dengan 88% pria Hongkong. Mereka mengaku dirinya bisa menyiapkan acara romantis untuk kekasihnya. Sayangnya, mereka seperti maju mundur saat melakukannya. Kenapa hal ini terjadi ?
* Tidak Yakin Usaha Romantisnya Akan Berhasil,
Sebanyak 46% pria Hongkong merasa kekasih tidak akan menyukai usaha mereka. Daripada akhirnya diolok-olok, pria lebih memilih untuk tidak melakukan apa-apa
*Trauma Akan Kegagalan,
Bila banyak pria terlihat cuek, itu karena mencari aman. Pahitnya kegagalan masa lalu menghadirkan romantisme kegagalan yang menghantuinya. Apalagi jika kegagalan dulu itu menjadi bahan celaan. Dalam urusan ini, pria bisa berubah menjadi makhluk yang sangat sinsitif.
* Butuh Waktu Mengubah Mood,
Pria butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika suatu hari suasana dikantor kurang baik, sesampai dirumah, pria kesulitan menyetel mood romantisnya, Dia memilih sibuk didepan televisi dan bersikap ogah-ogahan jika diajak ngobrol. Ini adalah me time untuk relaksasi.
* Definisi Romantis Yang Berbeda,
Wanita menerjemahkan kata romantis dengan candlelit dinner, bunga, dan menikmati senja. Dari segi keromantisan, wanita dikenal lebih banyak tuntutan. Sementara bagi pria, bisa mengajak kekasihnya keluar dan bersenang-senang sudah merupakan hal romantis, meski itu hanya berolah raga. Kebersamaan itu bernilai romantis dimatanya.
Pria sangat mengkhawatirkan kariernya. Meski posisi kariernya sangat strategis, seperti memegang jabatan manajerial, survei dibuku For Women Only, menunjukkan 72% pria Amerika mengaku dirinya kurang percaya diri dengan kemampuannya dan kerap merasa dihakimi. Mereka juga grogi jika mendapat tugas dan tantangan yang tidak familiar.
Bekerja lembur menjadi pelarian para pria melawan rasa takut dan tidak nyaman saat menyelesaikan tugas yang mereka anggap ajaib.
Selain itu, dimata pria, jam kerja yang panjang adalah pembuktian rasa CINTA dan TAKUT kehilangan pasangan. Soalnya itu seperti membuktikan kalau mereka sudah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi pasanganya.
Ada alasan lain yang cukup dominan, Misalnya 25% pria Hongkong terpaksa lembur karena tak pulang lebih dulu daripada atasan, sementara 33% pria Jepang lembur karena rutinitas.
Rata-rata pria Hongkong bekerja 51 jam/minggu. Sementara survei 2007 Workplace Employee Relations survey menyatakan pria Inggris mengaku bekerja diatas 50 jam/minggu.

 

Editha Grace Wetik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: